Selama menjadi dosen tamu di Harbin Engineering University China periode April 2017, saya tinggal di hotel universitas yang fasilitasnya sangat bagus. Namun sayang, channel televisinya semuanya berbahasa Cina, kecuali satu channel berita CGTN yang berbahasa Inggris.
Uniknya, semua film/sinetron lokal dilengkapi dengan teks berbahasa Cina. Ternyata, penggunaan teks ini untuk menghindari salah tafsir dari bahasa Cina yang terucap.
Kembali ke channel berita CGTN, channel ini mirip TVRI yang menyiarkan berita-berita terkini dan “propa‐ ganda” pembangunan di Cina. Dalam kurun 2 minggu selama visiting ini, setidaknya ada 4 berita penting:
(1) Keberhasilan misi stasiun luar angkasa. Berita ini mengetengahkan keberhasilan badan antariksa Cina mengembangkan sistem modular untuk stasiun luar angkasa. Cina mengklaim sebagai negara kedua yang telah menguasai teknologi ini.
(2) Peluncuran mother-ship. Kapal ini adalah kapal induk ke-6 atau ke-7 yang dimiliki Cina.
(3) Aktivasi jalur kereta api yang menghubungkan Beijing ke London. Pengiriman kargo melalui kereta barang dengan jarak 12.000 km ini dapat ditempuh
Rencana ini diberitakan sebagai (4) One Belt One Road (OBOR).
OBOR adalah jalur yang menghubungkan negara- negara di Asia, Afrika, dan Eropa malalui daratan dan lautan. Rencana OBOR ini tentunya tidak terlepas dari Chinese Dreams yang digagas oleh Presiden Xi Jin‐ ping. Chinese dreams adalah roadmap pembangunan Cina hingga tahun 2050. http://www.thehindu.com/news/international/president-xi-jinping-unveils-road-map-to-realise-chinese-dream/article19880726.ece
Pada tanggal 15 Mei 2017, Presiden Joko Widodo turut serta menandatangani pakta kerjasama OBOR ini. Negara-negara yang berkontribusi dalam OBOR ini berkomitment untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, transportasi, komunikasi dan sebagainya. Lantas, Apakah Indonesia dapat memanfaatkan OBOR ini ataukah penguasaan ekonomi Cina di dunia semakin kuat?
Leave a comment