
Kota Jena yang berada di bagian tengah negara Jerman merupakan kota universitas. Universitas terbesarnya Friedrich Schiller University didirikan pada tahun 1558. Disamping itu ada universitas terkenal lainnya yaitu Ernst Abbe Fachhochschule Jena.
Perekonomian kota ini bergantung pada riset dan industri teknologi tinggi. Sejak abad 19, kota Jena dikenal sebagai pusat perkembangan teknologi optik. Jena juga rumah bagi perusahaan-perusahaan ternama di bidang optik seperti Carl Zeiss, Schoot dan Jenoptik. Perusahaan ini menghasilkan produk antara lain sistem optik, pengukuran industri, dan instrumen medis. Lensa pada kamera SLR maupun handphone kelas premium biasanya menggunakan brand Zeiss.
Kota Jena memiliki sebuah musium optik. Kita dapat melihat koleksi dan sejarah perkembangan optik terdahulu hingga modern. Mulai kacamata jaman kuno, teleskop galileo, teleskop newton, mikroskop zeiss-abbe, fotografi hingga optical coherence tomography. Termasuk di dalamnya sejarah hidup Zeiss, Abbe, dan Schoot.
Siapakah Zeiss, Abbe dan Schoot?
Carl Zeiss adalah sosok yang mendirikan workshop optik pada tahun 1846. Di workshop optik tersebut, bahan gelas dibentuk sedemikian rupa menjadi lensa dan dirakit dengan rangka mekanik menjadi sebuah produk mikroskop. Meskipun sudah memiliki keunggulan di masa itu dibandingkan kompetitornya, Zeiss belum puas dengan produknya. Sadar akan pentingnya inovasi, pada tahun 1866, Carl Zeiss berkolaborasi dengan Ernst Abbe, seorang ilmuwan muda di bidang optik. Hasilnya produk mikroskop versi baru yang merupakan disain dari Ernst Abbe. Sejak itu perusahaan tersebut menghasilkan produk-produk inovatif.
Kolaborasi Zeiss dan Abbe masih menyisakan sebuah tantangan. Bahwa performansi mikroskop dan sistem optik masih bisa ditingkatkan dengan pengembangan material optik untuk lensa. Adalah Otto Schoot, seorang kimiawan dan ahli gelas, yang mampu menjawab tantangan ini. Dengan kehadiran Schoot inovasi produk optik, lengkaplah sudah.
Disamping sebagai ilmuwan dan pengusaha, Ernst Abbe juga seorang pembaharu sosial. Beliaulah yang mengusulkan sistem kerja 8 jam, dimana sebelumnya sistem kerja 14 jam lazim dipraktekkan.
Tiga orang utama dari Jena ini, Carl Zeiss, Ernst Abbe dan Otto Schoot adalah tokoh yang meletakkan pondasi penting dalam IPTEK dan industri optika modern. Dari kota Jena, kita belajar akan indahnya kolaborasi dalam membuat produk yang bermanfaat.
Leave a comment