Bersama Pak Ruri, Pak Ali, Dr. Maria dan Pak Aulia

Kota Jena memiliki pusat unggulan fotonik yang bernama Leibniz – Institut fur Photonische Technologien atau disingkat IPHT. Pada tahun 2018 ini IPHT genap berusia 25 tahun, dan mengusung tema: Photonics for Life – from Ideas to Instruments.

IPHT berfokus pada pengembangan teknologi fotonik untuk solusi atas masalah kesehatan dan lingkungan. Produk risetnya berupa sistem berbasis fiber optics maupun proses/divais fotonik untuk aplikasi-aplikasi kesehatan dan lingkungan.

Kami diterima oleh Dr. Maria Wachtler. Peneliti muda dan berprestasi di bidang ultrafast spectroscopy. Dengan latar belakang pendidikan kimia, dengan tekun Dr. Maria berhasil menyelesaikan pendidikan pascasarjananya di bidang fotonik. Paduan pendidikan kimia dan fisika (fotonik) memberikan manfaat untuk pengembangan salah satu bidang yang sedang trend, yaitu: physics- chemistry.

Di lab Dr. Maria, kami melihat aparatus laser jenis pulsa yang memiliki durasi pulsa berorde femtosecond atau 10^(-15) detik. Dengan laser ini, tabir suatu proses dalam orde yang sangat pendek dapat dikaji dan diamati. Sebagai contoh proses kuantum, transisi elektron/emisi foton yang hanya berdurasi seper milyar atau 10^(-9) detik dapat diamati dengan baik. Kemampuan pengukuran dan rekayasa proses dalam orde yang sangat singkat, sangat diperlukan dalam pengembangan material dan piranti baru untuk beragam aplikasi.

Pada saat ini, dosen muda Teknik Fisika ITS, Pak Ruri Agung Wahyuono, sedang menempuh S3 di tempat ini. Berkebalikan dengan Dr. Maria, Pak Ruri menekuni physics-chemistry dengan latar belakang Teknik Fisika. Kajian lintas bidang ini sangat diperlukan untuk mencari solusi akan permasalahan kesehatan dan lingkungan. Bahkan pusat unggulan ini juga didukung oleh bidang-bidang keilmuan lainnya.

Tema yang diusung IPHT “From ideas to instruments” mirip dengan apa yang sedang hangat diperbincangkan oleh periset di Indonesia, yaitu Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT). TKT diadopsi dari Techology Readiness Level (TRL) yang dikembangkan oleh NASA di Amerika. Pada TKT ini, kegiatan dan hasil penelitian dikategorikan mulai TKT 1 hingga TKT 9. Apabila luaran penelitian ini sudah berupa purwarupa/prototype, maka TKT-nya berada pada TKT 5. Dan selanjutnya, apabila hasil penelitian ini sudah bisa digunakan oleh masyarakat luas maka sudah masuk kategori TKT 9.

Suatu produk adalah hasil dari penelitian yang dikembangkan dalam rantai yang panjang dari TKT 1 hingga TKT 9. Kata kunci dari pengembangan produk ini adalah “inovasi”. Inovasi bisa berupa hal yang sama sekali baru, paduan dari yang telah ada, atau bisa juga berbentuk modifikasi. Pendekatan ATM (amati, tiru, modifikasi) adalah salah satu yang dapat digunakan dalam inovasi produk.

Dari kota Jena dan IPHT, kita belajar pentingnya berkolaborasi, tidak hanya kolaborasi antar disiplin, namun kolaborasi antara ilmuwan dan insinyur. Untuk mewujudkan dari ide menjadi instrument/produk, perlu kata mantra “kolaborasi”.

Leave a comment

Trending